Ayah Bunda tentu sudah tidak asing dengan konsep open space. Ya, konsep yang kerap diaplikasikan pada hunian sempit ini identik dengan penggabungan beberapa ruangan dan sekat yang diminimalisir. Contohnya yakni penerapan konsep dapur open space dengan ruang makan atau ruang keluarga untuk memberikan kesan lega.
Menariknya, meski dibuat seakan menyatu tanpa tembok, beberapa ruangan tersebut tetap memiliki pembatas untuk membedakan area dari masing-masing ruangan. Seperti yang saat ini sedang menjadi trend interior hunian modern, yakni menggunakan mini bar dan level lantai sebagai pembatas dapur open space.
Tertarik dengan ide desain interior open space yang mengadopsi level lantai? Ayah Bunda bisa terapkan beberapa trik berikut untuk memaksimalkan fungsi lahan sekaligus meningkatkan estetika ruangan.
Level Lantai Sebagai Pembatas Halus pada Dapur Open Space

Secara sederhana, level lantai adalah perbedaan ketinggian lantai dalam satu rumah. Ketinggian lantai yang dibuat berbeda ini biasanya bertujuan untuk memberi batasan ruangan tanpa harus menggunakan sekat, baik berupa tembok maupun partisi.
Untuk area dapur, level lantai sering diaplikasi dengan tujuan lain, yaitu untuk meminimalisir area basah akibat aktivitas di dapur. Selain itu, penerapan level lantai pada dapur juga diharapkan dapat membuat rumah menjadi lebih estetik dan terjaga kebersihannya, terutama jika Ayah Bunda memiliki model dapur outdoor yang cenderung lebih rawan kotor.
Tapi, sebelum buru-buru menggabungkan konsep dapur open space dengan level lantai, Ayah Bunda bisa mempelajari beberapa trik berikut:
1. Kenyamanan dan Keamanan Menjadi yang Utama
Sebelum membahas tentang selisih ketinggian lantai, hal pertama yang penting untuk Ayah Bunda pertimbangkan adalah kenyamanan dan keamanan. Jika di rumah Ayah Bunda terdapat anak kecil atau lansia, sebaiknya selisih ketinggian lantai dibuat seminimal mungkin.
Tujuannya yaitu untuk menghindari risiko terjatuh akibat selisih lantai yang terlalu tinggi. Pertimbangan ini sangat penting untuk jangka panjang, jadi pikirkan secara matang sebelum menentukan seberapa tinggi level lantai yang ingin dibuat.
2. Perhatikan Selisih Ketinggian Lantai
Berbincang tentang selisih ketinggian lantai, sebenarnya hal ini bisa disesuaikan dengan kondisi lahan Ayah Bunda. Artinya, tidak ada patokan khusus untuk menentukan selisih ketinggian lantai dapur dan ruangan lain.
Hanya saja, untuk hunian yang dibangun di lahan rata, Ayah Bunda bisa membuat level lantai dengan selisih sekitar 10 cm saja. Selisih ini sudah cukup untuk menjadi penAyah Bunda visual sekaligus sebagai pembeda fungsi area.
3. Pilih Material atau Warna Lantai Berbeda
Pemilihan material yang berbeda juga menjadi dapat mempertegas batas ruangan. Semisal, rumah Ayah Bunda secara keseluruhan menggunakan vinyl untuk memberikan kesan elegan dan hangat. Sementara untuk area dapur Ayah Bunda bisa memilih material granit atau keramik agar lebih mudah dibersihkan dari cairan.
Penggunaan warna lantai yang berbeda, meski terbuat dari bahan yang sama seperti granit atau keramik juga bisa jadi alternatif lain. Perbedaan yang mencolok ini akan semakin mempertegas batas sekaligus dapat meningkatkan estetika interior secara menyeluruh.
Tiga tips di atas adalah pertimbangan penting yang bisa menjadi acuan Ayah Bunda jika ingin menerapkan konsep dapur open space dengan level lantai.
Mini Bar Sebagai Elemen Pembatas Multifungsi

Pembatas non permanen lain yang bisa digunakan pada dapur open space adalah mini bar. Meja kecil tinggi ini bahkan sudah menjadi pembatas favorit di rumah modern, karena memiliki fungsi ganda.
Benar sekali, selain sebagai pembatas antar ruangan, mini bar juga sekaligus bisa difungsikan sebagai meja makan atau sekadar tempat ngopi. Memilih mini bar sebagai pembatas dapur dan ruangan lain pun tidak sulit. Tapi sebagai panduan, Ayah Bunda bisa ikuti tips dan trik berikut:
1. Tentukan Desain Mini Bar yang Selaras
Untuk menciptakan ruangan yang harmonis dan tampak menyatu, pastikan untuk membuat desain mini bar yang selaras. Dalam hal ini, Ayah Bunda bisa menyesuaikan desain mini bar dengan gaya interior dapur.
Jika Ayah Bunda memiliki dapur bergaya minimalis dengan warna putih yang mendominasi, maka Ayah Bunda bisa memadukannya dengan mini bar yang memiliki desain sederhana. Kemudian, tambahkan aksen lain untuk mempercantik area mini bar, seperti lampu gantung.
2. Mini Bar sebagai Focal Point
Ketika Ayah Bunda mengfungsikan mini bar sebagai meja makan utama, perhatikan kembali peralatan makan yang berada di atas meja. Hindari terlalu banyak menaruh peralatan makan, seperti wadah sendok, piring hingga tempat tisu.
Tujuannya yaitu untuk membuat ruangan terlihat tetap clean dan luas. Serta, mini bar bisa menjadi focal point yang mempercantik ruangan tanpa mempengaruhi kesan open yang sudah tercipta.
3. Tentukan Ukuran Mini Bar
Ukuran mini bar yang proporsional turut menentukan kesan akhir yang tercipta pada hunian Ayah Bunda. Untuk hunian dengan lahan terbatas, sebaiknya buat mini bar dengan ukuran relatif kecil. Desainnya bisa dibuat memanjang dengan lebar tidak lebih dari 80 cm.
Sedangkan untuk hunian dengan lahan yang cukup luas, ukuran mini bar bisa sangat fleksibel. Ayah Bunda dapat menyelaraskannya dengan ukuran top table di dapur. Sehingga tampilan yang dihasilkan lebih luwes.
Ukuran kursi juga penting untuk diperhatikan agar area mini bar benar-benar terlihat proporsional sesuai luas ruangan. Seperti kursi bar minimalis untuk ruangan sempit.
Tips tersebut bisa Ayah Bunda gabungkan dengan beberapa tips membuat level lantai pada dapur open space di atas.
Pesan Furniture di Joyo Mebel untuk Hunian yang Indah, Nyaman dan Fungsional

Untuk menciptakan ruangan yang fungsional, nyaman, aman dan estetik, pemilihan furniture yang tepat adalah kunci yang tidak bisa Ayah Bunda abaikan. Alih-alih membeli furniture jadi yang tidak sesuai dengan ukuran ruangan dan keinginan pribadi, Ayah Bunda bisa beralih ke Joyo Mebel.
Di sini Ayah Bunda bisa custom berbagai furniture rumah dengan model dan ukuran sesuai keinginan, seperti kitchen set mini bar, sofa, lemari dan masih banyak lainnya. Harga yang ditawarkan pun sangat kompetitif dengan material berkualitas.
Informasi lengkapnya bisa Ayah Bunda dapatkan dengan menghubungi Joyo Mebel sekarang!
