Inovasi dalam industri furniture saat ini menunjukkan kemajuan yang cukup maju. Salah satunya yakni kayu oven. Meski bukan termasuk inovasi terbaru dan sudah populer di dunia pertukangan, kayu oven adalah wujud dari kemajuan yang memudahkan para pengrajin kayu dalam mengolahnya menjadi berbagai macam furniture.
Proses ini bahkan sering disebut lebih efektif dibandingkan dengan proses pengeringan alami. Namun, apakah pernyataan tersebut benar dan telah terbukti? Sebelum memutuskan untuk menggunakan kayu oven, mari kenali terlebih dahulu karakteristik, keunggulan hingga kelemahannya.
Semua pembahasan tersebut sudah MinJoy rangkum di sini. Simak sampai akhir, ya!
Kayu Oven Adalah: Pengertian

Secara singkat, kayu oven adalah kayu yang telah melalui proses pengeringan di dalam ruangan khusus. Ruangan tersebut telah dikontrol dalam suhu dan kelembapan tertentu untuk menghasilkan kayu yang kering tanpa membuatnya retak atau pecah. Proses pengeringan dengan bantuan teknologi ini juga dikenal dengan proses kiln drying.
Menariknya, proses pengeringan tersebut dilakukan bukan hanya untuk mengurangi kadar air dalam kayu, tetapi juga untuk beberapa tujuan berikut:
- Menghilangkan kadar air pada kayu hingga mencapai kadar yang ideal untuk diolah menjadi furniture
- Membunuh jamur dan serangga yang hidup di dalam lapisan kayu
- Mencegah penyusutan pada kayu yang berakibat perubahan bentuk
Setelah melalui proses pengeringan dalam ruangan oven, biasanya sisa kadar air di dalam kayu berkisar antara 8-15%. Persentase tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan atau tujuan penggunaan kayu.
Kelebihan Kayu Oven, Apa Itu?

Dari penggambaran di atas, Ayah Bunda sudah memahami jika kayu oven adalah kayu yang telah melalui proses pengeringan menggunakan oven. Di mana proses ini akan memberikan banyak keunggulan pada kayu.
Berikut ini beberapa keunggulan yang akan didapatkan dari proses pengovenan kayu:
1. Lebih Stabil
Salah satu keunggulan dari kayu oven adalah kadar air yang lebih stabil dibandingkan dengan kayu yang dikeringkan secara alami. Hal ini terjadi karena proses pengeringan dilakukan menggunakan alat, yang mana kadar kelembapan dan suhu di dalam oven dapat diatur sesuai dengan keinginan.
Berbeda dengan proses pengeringan alami yang sepenuhnya mengAyah Bundalkan sinar matahari. Sementara dalam proses alami ini, kayu sangat mungkin memuai atau menyusut akibat perubahan suhu yang kurang stabil.
2. Presisi Tinggi
Seperti yang disinggung di atas, kayu yang dikeringkan menggunakan oven tidak mudah memuai atau menyusut. Alhasil, ukuran serta bentuk kayu menjadi lebih presisi. Perubahan ukuran kayu sebelum dan setelah pengeringan pun dapat diperkirakan sejak awal.
Keunggulan ini menjadikan kayu oven cocok untuk kebutuhan konstruksi atau furniture yang mengharuskan penggunaan kayu dengan ukuran akurat.
3. Ketahanan Kayu Lebih Baik
Ketiga, kayu oven menawarkan ketahanan yang lebih baik. Terutama terhadap serangan pertumbuhan jamur pada kayu, rayap dan kerusakan lain seperti lapuk.
Proses pengeringan yang dilakukan secara terukur akan membuat kelembapan kayu terkontrol. Dengan begitu, pertumbuhan jamur maupun rayap di dalam struktur kayu dapat terkendali bahkan dihindari.
4. Permukaan Kayu Lebih Halus
Dari segi estetika, kayu oven juga menawarkan kelebihan tersendiri. Ya, bukan hanya dari fungsionalitas dan keawetannya saja, namun proses pengeringan kayu melalui oven juga dapat membuat permukaan kayu menjadi lebih halus.
Permukaan kayu yang tampak halus sempurna tentu menjadikannya lebih mudah untuk diolah menjadi furniture dengan nilai artistik tinggi. Nilai jual furniture pun dapat meningkat berkali-kali lipat.
Dari penjelasan di atas, terlihat bagaimana menariknya penggunaan kayu oven untuk pembuatan furniture ataupun kebutuhan konstruksi. Namun, sebagai pengguna Ayah Bunda juga wajib tahu apa saja kekurangan dari kayu ini.
Kekurangan Kayu Oven yang Perlu Diketahui

Di balik kelebihan yang terlihat sangat menarik, ternyata ada beberapa kekurangan yang menjadikan sebagian orang berpikir ulang untuk menggunakan kayu oven. Beberapa kekurangan tersebut antara lain adalah:
- Proses produksi kayu oven membutuhkan teknologi khusus, sehingga tidak semua industri furniture mampu menggunakan produk kayu oven
- Harga kayu oven jauh lebih mahal dibandingkan dengan kayu yang mengalami proses pengeringan secara alami
- Jika proses pengeringan tidak dilakukan secara benar, kayu bisa menjadi retak akibat terlalu kering
Itulah beberapa kekurangan dari kayu oven yang sekaligus menjadi kelemahannya dalam industri furniture. Sebagai gantinya, produsen furniture yang menggunakan kayu oven harus mencari supplier kayu terpercaya, selektif dalam memilih jenis kayu furniture hingga menaikkan harga jual furniture guna menutup biaya produksi yang meningkat juga.
Kayu Oven vs Kayu dengan Pengeringan Alami, Mana yang Lebih Berkualitas?

Setelah memahami penjelasan di atas, mungkin Ayah Bunda sudah bisa menyimpulkan manakah yang lebih berkualitas antara kayu oven dan kayu yang melalui proses pengeringan alami.
Ya, untuk kualitas dan penggunaan dalam konstruksi besar, kayu oven adalah pilihan ideal. Kayu ini juga cocok untuk penggunaan furniture yang membutuhkan stabilitas dan ketahanan lama, misalnya kitchen set, meja kompor kayu hingga produk interior rumah.
Sementara untuk proyek sederhana, kayu dengan proses pengeringan alami lebih cocok. Mengingat harganya yang lebih terjangkau, dan proses pengeringan yang tidak membutuhkan teknologi tinggi.
Nah, terlepas dari jenis kayu yang digunakan, kualitas furniture juga sangat dipengaruhi oleh profesionalitas pengrajinnya. Seperti Joyo Mebel yang telah berkomitmen menghadirkan furniture terbaik melalui bahan baku kualitas tinggi, pengrajin professional dan harga yang kompetitif.
Ayah Bunda bisa custom berbagai macam furniture berkualitas di sini tanpa perlu khawatir biaya. Seluruh produk dari Joyo Mebel bisa didapatkan dengan harga kompetitif tanpa mengurangi kualitasnya!